Showing posts with label De Jong Ambon. Show all posts
Showing posts with label De Jong Ambon. Show all posts

Saturday, March 19, 2011

BTN Belum Ada Rencana Naturalisasi De Jong Indonesia


Deputi bidang teknis Badan Tim Nasional [BTN] PSSI Iman Arif menegaskan, pihaknya belum mempunyai rencana untuk menaturalisasi pemain dari tim De Jong Indonesia dalam waktu dekat.

Tim De Jong Indonesia berisikan pemain berdarah Maluku yang dilahirkan di Belanda. Tim yang didatangkan pemerintah itu menjalani sejumlah pertandingan persahabatan selama berada di Indonesia.

Dalam pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu [19/3], tim De Jong Indonesia ditahan imbang 1-1 oleh Pelita Jaya Karawang U-21. Sebelumnya, mereka memetik kemenangan 3-1 atas Maluku All Stars. Selanjutnya, tim De Jong Indonesia akan menjalani laga melawa tim Pra-Pon Jabar, Minggu [20/3], di Stadion Siliwangi.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Senayan, Pelita Jaya U-21 unggul lebih dulu melalui gol Ryan, sebelum akhirnya disamakan Michael van Veen. Di babak kedua, permainan kedua tim mengalami penurunan akibat cuaca yang lembab.

“Belum ada rencana kesitu. Mereka baru menjalani dua pertandingan. Kami harus melihat mereka dalam kompetisi reguler. Kabarnya ada lima pemain yang sudah diincar klub-klub di sini,” ujar Iman.

De Jong Indonesia Ditahan Imbang Pelita U-21



Tim De Jong Indonesia yang berisikan pemain Belanda keturunan Maluku ditahan imbang 1-1 oleh Pelita Jaya U21 dalam pertandingan persahabatan, Sabtu 19 Maret 2011. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Pelita yang unggul dari segi usia mencetak gol lebih dulu.

Gol pelita disarangkan Ryan.D, sedangkan gol balasan De Jong dilesakkan Michel Van Veen. Kesemua gol itu terjadi di babak pertama. Jalannya pertandingan babak pertama sendiri lebih menarik dibanding babak kedua.

Di 45 menit terakhir, kedua tim lebih sibuk berjibaku di lapangan tengah dan jarang menghasilkan peluang. Hanya dua kali terjadi peluang emas untuk kubu De Jong, namun kesemuanya hanya membentur mistar gawang.

"Saya melihat pertandingan ini mengasah pemain saya yang usianya 18-19 tahun. Mereka melawan pemain usia 22-23 tahun," kata pelatih De Jong Johnny Taihattu selepas pertandingan.

Hasil ini membuat pasukan De Jong belum pernah kalah dalam dua pertandingan persahabatan di Indonesia. Sebelumnya, De Jong menang 3-1 atas Maluku All Star, 15 Maret lalu.

Meski bermain baik, Johnny mengakui kalau anak asuhnya masih belum beradaptasi dengan cuaca. Ini membuat mereka cepat lelah dan harus mengonsumsi air lebih banyak dari pada biasanya.

"Di sini udaranya sangat lembab, kalau Anda berjalan saja baju jadi lengket karena keringat," katanya Johnny lagi.

Selanjutnya, tim De Jong Indonesia akan bertandang ke Bandung melawan Pra PON Jabar di Stadion Siliwangi, Minggu 20 Maret 2011 besok.

Friday, March 18, 2011

Pelita Jaya Siap tantang De Jong Indonesia


De Jong Indonesia direncanakan menjajal salah satu kekuatan kontestan tim Indonesia Super Liga, Pelita Jaya, di stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (19/3) sore.

De Jong sendiri adalah sekelompok pemain warga negara Belanda keturunan Indonesia yang mayoritas meniti karir di negeri kincir angin. Seluruh pemain De Jong Indonesia memiliki darah Ambon. Sebelumnya, De Jong Indonesia melakukan pertandingan eksibisi melawan Maluku all star dengan skor 3-1, Selasa (15/3).

"Ini bagian dari kegiatan kami selama di Indonesia. Kita lihat saja besok hasilnya," ujar pelatih De Jong Indonesia, Johnny Taihattu, usai timnya latihan ringan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat (18/3)sore.

Pagi harinya, De Jong Indonesia sempat melakukan pertandingan futsal dengan tim futsal Ragunan dan meraih kemenangan 7-5.

Terpisah, di pentas ISL, Pelita Jaya FC memainkan pertandingan kandang di stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, dan basecamp di POR Pelita Jaya FC di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Pelita Jaya FC, berhasil menjadi juara Galatama empat kali dalam enam tahun terakhir kompetisi tersebut sebelum Galatama dileburkan pada tahun 1994 untuk membentuk Liga Indonesia (LI) bersama kompetisi Perserikatan.

Di LI, Pelita tidak pernah lagi menyamai keberhasilannya ketika di Galatama seperti menghadirkan pemain-pemain asing seperti Mario Kempes, Roger Milla dan Maboang Kessack. Sejak menembus babak 12 Besar pada kompetisi LI tahun 1994/95, prestasi terbaik Pelita adalah babak 8 Besar pada tahun 1999/2000.

Kini, Pelita Jaya ingin menghadirkan kembali kejayaan yang mereka pernah raih di zaman Galatama.

Persija Batal Lawan De Jong


Persija Jakarta batal melakukan pertandingan persahabatan dengan De Jong. Sedianya, laga kontra pemain keturunan Indonesia yang bermukim di Belanda dilangsungkan sore ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

"Yang membatalkan bukan kami, tapi mereka. Padahal kami sudah mempersiapkan diri," kata Rahmad Darmawan, pelatih Persija usai mengalahkan Persib Bandung 3-2 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Jawa Barat, kemarin malam atau Jumat 18 Maret 2011.

Menurut Rahmad, Persija merasa terhormat menjadi lawan De Jong. Akan tetapi, pertandingan gagal dilaksanakan lantaran alasan keamanan.

"Kemarin malam (Kamis 17 Maret) mereka memberi tahukan kalau pertandingan tidak jadi lantaran Giovanni van Bronckhorst takut datang ke Indonesia karena ada bom," tandas Rahmad.

Van Bronckhorst adalah mantan kapten Timnas Belanda. Pemain keturunan Maluku ini tadinya akan bergabung dengan pemain-pemain keturunan Belanda yang sudah lebih dulu berada di Indonesia. Kedatangan van Bronckhorst sendiri dijadwalkan tiba Kamis 17 Maret. Namun sampai saat ini batang hidungnya belum kelihatan. Panitia penyambutan menjelaskan, eks pilar timnas Belanda tiba besok hari atau Minggu 20 Maret.

Thursday, March 17, 2011

Pemain-pemian De Jong Ingin Perkuat Timnas


Seluruh pemain De Jong Indonesia, yang berisikan pemain warga negara Belanda, menyatakan keinginannya untuk bermain di Indonesia dan membela tim nasional Indonesia.

Keinginan tersebut diungkapkan semua pemain De Jong Indonesia saat melakukan pertemuan dengan Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Velix Wanggai, di Kantor Menpora, Jakarta, Jumat 18 Maret 2011.

Ketika Staf Khusus Menpora Bidang Olahraga, Ivana Lie, bertanya kepada skuad De Jong Indonesia siapa dari mereka yang ingin bermain di Indonesia dan membela timnas Indonesia, semua pemain De Jong Indonesia langsung tunjuk tangan.

Ivana Lie sendiri mengaku pihaknya siap membantu para pemain De Jong Indonesia untuk bisa bermain di Indonesia. "Kalau bisa saya mendapatkan semua data diri dan kontak pemain. Siapa tahu ada klub yang berminat," ujar Ivana di sela-sela pertemuan.

Pelatih De Jong Indonesia, Johnny Taihattu, menegaskan pemain-pemain yang dibawanya ke Indonesia memang berambisi untuk meniti karir di Indonesia. Bahkan Johnny mengaku siap melatih di Indonesia jika ada kesempatan.

"Mereka memiliki teknik dan kemampuan untuk bermain di sini. Bahkan mungkin lebih baik dari pemain-pemain di sini. Itu bisa dilihat ketika kami mengalahkan Maluku All-Star (3-1)," ujar Johnny.

Sebelumnya Menpora, Andi Mallarangeng, menyambut positif kedatangan De Jong Indonesia. Andi mengaku siap membantu proses naturalisasi jika ada pemain di skuad De Jong Indonesia memenuhi syarat membela timnas Garuda.

"Sejauh ini belum ada naturalisasi lagi, tapi selalu terbuka. Tergantung kebutuhan, kalau diperlukan tim nasional, mengapa tidak. Tentunya kalau memenuhi syarat," pungkas Andi.

De Jong Indonesia sendiri adalah sekelompok pemain warga negara Belanda keturunan Indonesia yang mayoritas meniti karir di negeri kincir angin. Seluruh pemain De Jong Indonesia memiliki darah Ambon. Sebelumnya De Jong Indonesia melakukan pertandingan eksebisi melawan Maluku All-Star, 15 Maret 2011, dan meraih kemenangan 3-1.

Pagi tadi, De Jong Indonesia, sempat melakukan pertandingan futsal dengan tim futsal Ragunan, dan meraih kemenangan 7-5. Pertandingan tersebut disaksikan langsung oleh Menpora Andi Mallarangeng, Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo dan Velix Wanggai.

Skuad De Jong Indonesia

Steven Steegh (Borussia Mochengladbach)
Jemayel Maruanaja (Fortuna Sittard)
Tjemu Kunu (MVV)
Joas Siahaija (MVV)
Yoram Pesulima (Vitesse Arnhem)
Gino Taihattu (Fortuna Sittard)
David Magee (FU Utrecht)
Jocky Hooijmans (FC Den Bosch)
Nijgel Senen (RKC)
Geronimo Hattu (VVV Venlo)
Stiva Taihattu (FC Den Bosch)
Randy Thenu (FC Don Bosch)
Benji Nunumete (VVV Venlo)
Mahiri Sabandar (NEC Nijmegen)
Sagal Hertog (Top Oss FC)
Martinus Titaley (Fortuna Sittard)
Micky Munz (PSV Eindhoven)
Michel van Venn (Fortuna Sittard/KRG Genk)
Allesio Fransiscus (Fortuna Sittard)
Timmy Hattu (VVV Venlo)
Didi Taihatu (Fortuna Sittard)
Max Hattu (Konselor)
Johnny Taihatu (Pelatih)
Piet Fransiscus (Pelatih)
Pascal Kunk (Pelatih)
Maruanaja Welem (Pelatih)
Sam Formes (Juru Bicara)

Tuesday, March 15, 2011

Maluku All Star Dibekuk De Jong Ambon



Maluku All Star harus mengakui keunggulan tim De Jong Ambon, setelah menelan kekalahan 1-3 dari tim yang berisikan pemain sepakbola Belanda berdarah Maluku tersebut.

Dalam pertandingan di Stadion Mandala Remaja Karangpanjang Ambon, Selasa (15/3/2011), David Magee menjadi pembuka kemenangan untuk De Jong Ambon.

Gol lahir setelah David yang bermain untuk FU Utrecht melepaskan tembakan keras ke arah tiang jauh yang tak mampu dihadang kiper Maluku All Star Mony.

Timmy Hatu kemudian menggandakan keunggulan untuk De Jong Ambon. Menerima umpan terobosan, Timmy tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Mony dan sukses mengecohnya.

Maluku All Star berpeluang menipiskan ketinggalan pada menit 32. Tapi bola hasil tendangan datar Zainal Lattar masih melebar di sisi kanan gawang Steven Steegh.

Pada akhirnya De Jong Ambon memastikan kemenangan lewat tendangan jarak jauh Michael Van Venn. Sedangkan gol hiburan Maluku All Star dibuat oleh Gari Musa.

Setelah menghadapi Maluku All Star, De Jong Ambon direncanakan untuk menghadapi Persija Jakarta pada 19 Maret mendatang.



( krs / a2s )