Showing posts with label INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label INDONESIA. Show all posts

Thursday, April 21, 2011

Menpora: Patuhi FIFA, Tolak Kongres Tandingan


Berdasarkan surat keputusan yang disampaikan kepada Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar, FIFA tidak mengakui Komite Pemilihan yang dibentuk 14 April dan tetap melarang empat nama calon ketua umum.

Pada jumpa pers yang digelar di Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga, Jumat (22/04/2011) siang, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng mengatakan akan mematuhi keputusan FIFA yang menyatakan bahwa Komite Normalisasi (KN) sekaligus sebagai Komite Pemilihan (KP) dan menerima dan menetapkan adanya Komite Banding.

Namun disisi lain Andi menyesalkan keputusan FIFA melarang empat nama calon Ketua Umum PSSI.

"Tiga diantaranya empat nama tersebut mestinya dapat kesempatan untuk mencalonkan diri, namum itu sudah diputuskan oleh FIFA, dan kami harus patuhi," kata Andi.

Andi menambahkan Pemerintah tidak akan mendukung adanya Kongres Tandingan, karena pemerintah tetap konsisten dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh FIFA.

"Kami tidak akan mendukung Kongres Tandingan, jika ada siapapun yang berpikiran untuk menggelar Kongres Tandingan maka Pemerintah tidak akan mendukung," tegas Andi.

Andi berharap Komite Normalisasi dapat menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku agar dapat terlaksananya Kongres 20 Mei mendatang.

"Semoga KN dapat menjalankan kongres pada tanggal 20 Mei mendatang dengan baik, agar kita mendapatkan pengurus yang berkualitas yang bisa membawa kejayaan dan bangkitnya sepakbola Indonesia sehingga memenuhi harapan kira semua," tutupnya.

Empat orang yang yang dilarang Fifa untuk mencalonkan diri adalah Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta. Keempatnya dilarang maju karena FIFA menghormati keputusan Komite Banding sebelumnya yang menganulir pencalonan keempatnya.[yob]

Sutiyoso Mantap Maju Sebagai Calon Ketum PSSI


Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso memantapkan dirinya untuk maju dalam pemilihan ketua umum PSSI periode 2011-2015. Sikap ini ditegaskan setelah Komite Normalisasi memutuskan akan mentaati keputusan FIFA siang tadi.

"Besok (Jumat), Persija Jakarta dan The Jakmania akan mengantarkan langsung berkas pencalonan saya ke kantor PSSI," kata Sutiyoso saat dihubungi Kamis, 21 April 2011.

Namun demikian, Bang Yos--begitu Sutiyoso disapa--tidak akan ikut hadir saat mereka menyerahkan formulir pencalonannya tersebut. Pria yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 1997-2007 itu mengatakan harus tampil sebagai pembicara di sebuah acara.

Sebelumnya, Sutiyoso memilih tak buru-buru mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai calon ketua umum. Mantan Ketua Umum PBSI itu memilih menunggu keputusan final dari FIFA terkait status empat calon yang sebelumnya dilarang FIFA untuk tak lagi maju dalam bursa pemilihan karena telah dianulir oleh Komite Banding pada 28 Februari lalu. Mereka adalah Nurdin Halid, Nirwan D. Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro.

Siang tadi, FIFA mengirimkan surat kepada Komite Normalisasi, kembali menegaskan sikapnya bahwa keempat calon itu tak boleh maju. Tak hanya sebagai ketua umum, FIFA bahkan melarang mereka dipilih sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI sekalipun.

"Saya pikir semua harus menerima keputusan FIFA. Jangan sampai ada kongres tandingan," kata Bang Yos. "Kongres tandingan hanya membuat FIFA menghukum Indonesia dan timnas tidak akan bisa tampil di SEA Games 2011. Saya berharap, pihak yang berkubu-kubuan sebaiknya berfikir realistis saja."

Mengenai peluangnya pada pemilihan nanti, Sutiyoso mengaku optimistis. Dia hakulyakin akan mendapat banyak dukungan dari anggota PSSI. "Mereka sudah tahu lah track record saya di dunia olahraga. Saya pernah mengurus Persija, basket, bulutangkis, dan menembak. Kalau pemilihannya fair, saya pikir saya bisa dapat banyak dukungan," kata Bang Yos. (kd)

Pengurus PSSI Yang Diakui FifaTernyata Hanya 7 Orang


Permasalahan yang berlarut-larut merundung persepakbolaan Indonesia membuat FIFA memutuskan mengambil alih PSSI dengan membentuk Komite Normalisasi. Di FIFA, pengurus PSSI yang tercatat saat ini hanya tujuh orang. Siapa mereka?

Komite Darurat Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) pada 1 April ini memutuskan mengambil alih Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Secara konstitusional, tindakan otoritas sepakbola tertinggi sedunia itu punya landasan hukum, yakni Pasal 7 ayat (2) Statuta FIFA. Statuta itulah yang menjadi konstitusi yang mengikat 202 anggota FIFA di seluruh penjuru bumi.

Pengambialihan itu terkait dengan kegagalan pengurus PSSI 2007-2011 pimpinan Nurdin Halid yang berakhir bulan ini untuk menyelenggarakan kongres pembentukan pengurus baru atau Komite Eksekutif PSSI 2011-2015 yang terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota.

Kongres itu sedianya digelar 26 Maret silam di Pekanbaru, Riau. Karena ricuh, PSSI ketika itu membatalkan kongres tersebut, kemudian melaporkan hal itu kepada FIFA.

Sekelompok yang mengklaim didukung 78 pemilik suara PSSI dengan dukungan sekelompok tentara “mengkudeta” kongres dan melanjutkannya sesuai dengan agenda mereka. Namun, FIFA menganggap kongres itu tidak pernah ada atau tidak terlaksana.

Kegagalan pengurus lama menangani Liga Primer Indonesia (LPI) yang oleh FIFA disebut liga sempalan juga menjadi pertimbangan pengambilalihan PSSI oleh otoritas sepakbola dunia itu.

Setelah mengambil alih dan membentuk Komite Normalisasi, FIFA dalam surat resminya tertanggal 4 April 2011 menunjuk Agum Gumelar menjadi ketua Komite dan tujuh lainnya sebagai anggota. Tujuh orang itu ialah Direktur Badan Liga Indonesia Joko Driyono yang belakangan sekaligus merangkap sebagai Pelaksana Tugas Sekjen PSSI, Ketua Pengurus Provinsi JawaTengah PSSI Sukawi Sutarip, Direktur Arema FC Siti Nuzanah, Ketua Persis Solo FC Hadi Rudiatmo, Ketua Persik Kediri FC Samsul Ashar, Ketua Pengprov Banten PSSI Satim Sofyan, dan Ketua PSPS Pekanbaru Dityo Pramono.

Tugas inti Komite ialah menjalankan kepengurusan PSSI sampai terbentuk pengurus baru melalui kongres, menyiapkan dan menyelenggarakan kongres pemilihan pengurus baru yang kini telah dijadwalkan pada 20 Mei nanti, dan mengendalikan LPI di bawah PSSI atau, jika tidak bisa, segera menghentikannya.

Kini, tujuh orang terdaftar sebagai pengurus PSSI di FIFA. Siapa saja mereka? Berikut nama yang terdaftar di FIFA berdasarkan hasil pantauan terhadap situs resmi FIFA di fifa.com, Kamis siang (21/4/2011):

Ketua Umum : Agum Gumelar
Sekretaris Jenderal : Joko Driyono
Bendahara : Achsanul Qosasih
Pelatih : Alfred Riedl (Austria)
Media Officer : Barry Sihotang
Koordinator Futsal : Ferry Paulus
Koordinator Wasit : Togar Manahan Nero.

Dalam situsnya itu, FIFA mengakui PSSI berdiri pada 1930, namun baru terafiliasi dengan induk organisasi sepakbola dunia itu pada 1952. [but]

Agum: Terimalah Keputusan FIFA dengan Lapang Dada , Toisutta-panigoro !!!


Menyusul keluarnya keputusan dari FIFA seputar pembentukan Komite Pemilihan dan pencalonan empat nama yang sudah dilarang sebelumnya, Agum Gumelar meminta semua pihak menerimanya dengan lapang dada.

Ketua Komite Normalisasi Agum, yang baru tiba di Jakarta pagi tadi pukul 09.30 WIB setelah pertemuan dengan presiden FIFA Sepp Blatter di Zurich, Swiss, 19 April lalu, mengumumkan surat keputusan dari FIFA yang ditandatangani sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke.

Hasilnya, empat nama yang sudah digugurkan Komite Banding sebelumnya, Arifin Panigoro, George Toisutta, Nirwan Bakrie dan Nurdin Halid tetap dilarang maju sebagai calon ketua umum maupun posisi di Komite Eksekutif PSSI yang lain.

FIFA juga tidak mengakui pembentukan Komite Pemilian 14 April silam lewat kongres dadakan. Namun FIFA tetap mengakui Komite Banding Pemilihan yang dibentuk lewat kongres yang sama.

"Pertama, Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada saudara Nurdin Halid yang telah memberikan pengertian dengan menerima keputusan FIFA. Terima kasih kepada saudara Nurdn," ucapnya saat jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 21/4/11.

"Kedua, Saya harus minta maaf sebesar-besarnya kepada Nirwan Bakrie, dimana upaya saya agar beliau tetap masuk dalam pencalonan tidak diterima oleh FIFA. saya tahu saudara Nirwan adalah orang yang telah menyumbangkan pikiran dan perbuatannya untuk sepak bola nasional. Tetapi terimalah hasil ini dengan lapang dada," tambahnya.

"Ketiga, kepada George Toisutta. Mungkin orang yang menyampaikan keinginan agar George Toisutta bisa menjadi ketum PSSI adalah saya. Jauh sebelum pemilihan saya yang bilang, 'Bung George, siap-siap, deh jadi ketua umum. Upaya besar saya agar pak Goerge lolos ternyata tidak berhasil. Saya yakin sebagai jenderal TNI, seorang prajurit besar dengan kebesaran jiwanya bisa menerima keputusan ini. Walaupun sampai detik ini saya masih mempertanyakan apa salahnya Pak George."

"Tetapi saya yakin nanti tenaga pak George akan dibutuhkan untuk yang lain."

"Keempat, Kepada Arifin, sahabat saya saat masih di bangku sekolah. Beliau memberikan sumbangsih di sepak bola dengan Liga Medco-nya. Betul-betul beliau banyak memberikan, tetapi dengan keputusan ini dia tidak bisa maju."

"Tetapi saya harap pak Arifin tetap memberikan sumbangsihnya untuk olahraga lainnya, dunia golf," ajaknya kepada Arifin, yang juga menjabat sebagai ketua umum Persatuan Golf Indonesia.

Agum juga mengajak seluruh masyarakat sepak bola, agar memberikan dukungan kepadanya untuk memperbaiki sepak bola nasional dan menjadikan sepak bola di masa mendatang lebih baik daripada sekarang.

Sementara itu, kepada kelompok yang terdiri dari 78 suara anggota PSSI, yang selama ini mendorong KN untuk membentuk Komite Pemilihan dan memajukan Arifin Panigoro serta George Toisutta, Agum juga mengajak pihak tersebut untuk tidak menanggapinya dengan emosional.

"Kepada pemegang hak suara, saya mohon, terimalah keputusuan pahit ini dengan rasa tawakal. Jauhi sifat emosional, karena perasaan emosional bisa membuat keadaan jauh lebih buruk dari keadaan sebelumnya."

"Kepada Harbiansyah Hanafi, Saleh Mukadar, Wisnu Wardhana dan yang lain, mari kita bekerja sama agar sepak bola bisa menjadi lebih baik dari sekarang. Diamanapun rasa emosional bisa merusak langkah-langkah selanjutnya."

Agum kemudian mengutip kata-kata mutiara dari jenderal Wismoyo Arismunandar. "Warisan dari sepak bola adalah kesepakatan. karena itu mari semuanya melupakan hiruk pikuk ini, dan dengan semangat rekonsiliasi demi sepak bola nasional, ayo kita bawa sepak bola ini kepada era yang baru," tandasnya.

Keputusan Resmi FIFA: Empat Orang Tetap Dilarang



Berdasarkan surat keputusan yang disampaikan kepada Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar, FIFA tidak mengakui Komite Pemilihan yang dibentuk tanggal 14 April dan tetap melarang empat nama calon ketua umum.

Pada jumpa pers yang digelar Kamis (21/4/11) siang, Agum seorang diri menyampaikan keputusan FIFA setelah dia menemui pejabat otoritas sepakbola dunia itu di markas besar mereka di Zurih, Swiss, Selasa (19/4/2011).

"Saya merasa lesu, sebab FIFA tetap tegas. Mereka tetap berpegang pada keputusan semula," ujar mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Dalam surat keputusan yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI Jerome Valcke tersebut, ada keringanan tetapi ada juga keputusan yang justru semakin memberatkan. Keringanan diberikan FIFA seputar pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.

"Ada keringanan. Hasil kongres tanggal 14 (April), yang diakui FIFA hanyalah Komite Banding. Mengenai Komite Pemilihan, FIFA tetap berpegang pada surat tanggal 4 April (2011) bahwa Komite Pemilihan tetap dipegang oleh Komite Normalisasi," lanjutnya.

"Dan dengan itu pula FIFA meminta laporan dari Komite Normalisasi mengenai Komite Pemilihan," imbuh Agum.

Menurut Agum, laporan yang dimaksud itu terkait struktur Komite Pemilihan, seperti ketua, wakil, dan anggotanya.

"Dan yang sangat penting. Saya tidak bisa memperjuangkan keempat orang ini. Dan tambahannya lebih berat lagi, empat orang ini tidak hanya dilarang maju sebagai ketua umum, tetapi juga tidak boleh menjadi anggota Exco (Komite Eksekutif PSSI)," jelas Agum.

Empat orang yang dimaksud adalah Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta. Keempatnya dilarang maju karena FIFA menghormati keputusan Komite Banding sebelumnya yang menganulir pencalonan keempatnya.

Menurut Agum, surat FIFA baru diterima hari ini, beberapa jam sebelum konferensi pers pukul 15.30 dimulai. [nic]

Wednesday, April 20, 2011

Inilah Daftar Bursa Calon Pengurus PSSI 2011-2015


Bursa persaingan menuju tampuk kekuasaan PSSI kian memanas setelah muncul sejumlah nama baru yang berpotensi menjadi ‘kuda hitam’ dalam kongres mendatang 20 Mei nanti.

Berdasarkan pantauan terakhir di situs resmi PSSI (Kamis, 21/4/2011), nama George Toissutta dan Arifin Panigoro masih bercokol di daftar bakal calon anggota Komite Eksekutif PSSI 2011-2015 yang terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota.

George Toissutta dicalonkan oleh 70 anggota PSSI sebagai bakal calon ketua umum PSSI, sedangkan Arifin Panigoro diusung 68 anggota PSSI untuk mengisi kursi wakil ketua umum PSSI periode mendatang.

Namun, kemungkinan besar dukungan besar yang diperoleh kedua nama ini bakal terpecah ke sejumlah nama lainnya. Hal itu terjadi menyusul keputusan FIFA yang tetap menolak dua nama yang telah dibatalkan dicalonkan pada Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, 26 Maret itu. FIFA telah melarang George Toisutta dan Arifin Panigoro bersama Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie dicalonkan kembali.

Keputusan FIFA itu diperoleh setelah Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar bertemu para pejabat FIFA di Zurich, Swiss, Selasa (19/4/2011).

Bertolak dari keputusan tersebut, besar peluang bagi nama-nama baru untuk muncul ke permukaan. Sejumlah nama yang belakangan santer mencuat ialah eks Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman, Ketua HIPMI Erwin Aksa, dan Ketua Umum Persigo Gorontalo Adhan Dambea.

Ketiga nama itu muncul beriringan dengan pernyataan tegas Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengenai pencalonan empat nama yang dilarang oleh FIFA. Keempat nama itu ialah, Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, Arifin Panigoro dan George Toissutta.

Berikut daftar lengkap nama yang telah dicalonkan oleh anggota PSSI menuju kursi Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015.

Bakal Calon Ketua Umum:

No. Nama Suara

1 H Adhan Dambea S.sos, MA 2

2 Adhyaksa Dault 1

3 ST. Diza Rayid Ali 1

4 Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin 1

5 Drs. H. Wahidin Halim, M.Si 1

6 George Toisutta 70 (Dilarang oleh FIFA)

7 Agusman Effendi 2

8 Syarif Bastaman 4

9 Dr.H. Oesman Sapta 1

10 Erwin Aksa 3

Bakal Calon Wakil Ketua Umum:

No. Nama Suara

1 H. G.H. Sutejo SH, MH 2

2 Agusman Effendi 1

3 H Adhan Dambea S.sos, MA 1

4 Nirwan D. Bakrie 2 (Dilarang oleh FIFA)

5 Drs. H. Wahidin Halim, M.Si 1

6 Arifin Panigoro 68 (Dilarang oleh FIFA)

7 Bernard Limbong 1

8 Syarif Bastaman 4

9 Joko Driyono 1

10 Rahim Soekasah 1

11 Erwin Aksa 2

Bakal Calon Anggota:

No. Nama Suara

1 H. G.H. Sutejo SH, MH 1

2 Ir. H. Zulfadhli 1

3 H Zainuddin Hamid 1

4 Ibnu Munzir 1

5 H Adhan Dambea S.sos, MA 2

6 Choking Susilo Sakeh 1

7 ST. Diza Rasyid Ali 1

8 H. Husni E. Hasibuan SE, MSi 1

9 Drs. H. Wahidin Halim, M.Si 1

10 H Firmandez 4

11 Bernard Limbong 6

12 Bob Hippy 2

13 Robertho Rouw 2

14 Arifin Panigoro 1 (Dilarang oleh FIFA)

15 Mafirion 2

16 Dr. Sihar Sitorus, BSBA, MBA 12

17 Irawadi D. Hanafi 1

18 Herman Chaniago 1

19 La Nyalla M. Mattalitti 3

20 H Subardi 2

21 Hinca IP Pandjaitan 4

22 Arsadianto Rahman 1

23 Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin 5

24 Tri Goestoro 3

25 Farid Rahman 6

26 H Fadeli, SH, MM 1

27 Jhon Richard Banua 1

28 Tuty Dau 3

29 Togar Manahan Nero 1

30 IGK Manila 2

31 Erwin Aksa 1

32 Saleh Mukadar 2

33 Tondo Widodo 1

34 H Umuh Muchtar 1

35 Ir. Widodo Santoso, MBA 3

36 Hadiyandra 1

37 Andi Rukman 1

38 Habil Marati SE 1

Dilarang FIFA, Anggota PSSI Ngotot Usung AP-GT


Kendati FIFA telah menegaskan tetap menganulir empat nama balon ketum PSSI sebelumnya, ternyata nama Arifin Panigoro dan George Toissutta tetap dicalonkan masuk dalam Komeks PSSI.

Berdasarkan pantauan terakhir yang dilakukan hingga Rabu (20/4/2011) sore tadi, sejumlah anggota PSSI masih ngotot mengusung nama Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toissutta dan Arifin Panigoro, penggagas Liga Primer Indonesia (LPI) yang oleh FIFA disebut liga sempalan, menuju tampuk kekuasaan PSSI selanjutnya.

Padahal dengan jelas Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar menegaskan bahwa FIFA tetap berpegang teguh pada surat keputusan tertanggal 4 April 2011 yang melarang pencalonan kembali kedua orang tersebut bersama Nurdin Halid dan Nirwan Dermawan Bakrie.

Pencalonan kedua nama itu terdapat pada sebagian dari 14 map yang dibawa oleh Media Officer PSIM Jogjakarta Bangun Laksono, sore tadi.

Ke-14 map yang dibawa oleh Bangun Laksono merupakan kumpulan suara dari Persap-Purbalingga, Perseka-Kaimana, PS Penajam-Paser Utara, PS Bango-Jambi, Persekap-kota Pasuruan, Perseba-Bangkalan, PSIM-Jogja, PS Bintang Jaya Asahan, Persipuja-Papua, PS Semen Padang, Persijap-Jepara, Persikab-Bandung, Persiba-Bantul, PSBK-Blitar.

Selain AP dan GT, terdapat delapan nama ldalam 14 map yang dibawa oleh Bangun Laksono. Kedelapan nama itu ialah Farid Rahman, Hadiyandra, Widodo Santoso, Saleh Ismail Mukadar, Bernard Limbong, Johar Arifin, Umuh Muchtar, dan Tondo Widodo.

Sementara itu, pada waktu yang berbeda, utusan Pengurus Provinsi PSSI Riau Fritz membawa map yang berisi pencalonan untuk Agusman Effendi, Rahim Soekasah, dan Mafirion.

Menjelang penutupan pengembalian formulir ke sekretariat PSSI pada pukul 17.00 WIB, staf official Persikasi Bekasi Dedi Ristiandi membawa map yang mengusung H Gatot Haryo Sutejo, H Subardi dan DR H Desmawan Sapta sebagai calon Komeks PSSI periode mendatang. [yob]

Puluhan Wanita Cantik Dampingi Calon Ketum PSSI


Sekitar 30 wanita cantik mendatangi Kantor PSSI di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (20/04/2011) pagi. Mereka adalah para pendukung salah satu bakal calon Ketua Umum PSSI Erwin Aksa.

Cara ini cukup eksentrik jika dibandingkan para calon lainnya. Mengenakan kostum Merah Putih a la Timnas Indonesia, wanita-wanita cantik ini menyuarakan dukungannya untuk Erwin.

"Kami pendukung Pak Erwin Aksa, kami datang ke sini untuk memberikan dukungan kepada beliau sebagai ketua PSSI," kata Andi Arini salah satu wanita cantik itu.

Perempuan yang mengaku sebagai koordinator dari para wanita pendukung Erwin Aksa ini mengatakan bahwa Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini adalah sosok yang layak sebagai ketua PSSI. Selain muda, Erwin juga sosok yang cukup berpengalaman dalam dunia persepakbolaan.

"Pokoknya kami ingin ketuanya yang muda. Kan yang muda yang berkarya. Dia kan masih muda, mantan ketua PSM Makasar, dia juga pengusaha muda," kata Andi.

Terkait tentang kostum yang dikenakan, Andi menjelaskan merah putih adalah lambang bendera Indonesia. Karena itu sebagian besar mereka menggunakan kaos merah berlogo Garuda dengan setelan celana dan rok mini putih.

"Yah biar seragam aja. Kita kan orang Indonesia, makanya kita pakai kaos timnas," tutupnya. [nic]

Tuesday, April 19, 2011

FIFA Tetap Sepak Panigoro & Toisutta


Langkah kelompok 87 untuk mendorong pasangan Goerge Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2011/2015, akhirnya menemukan jalan buntu.

Hal tersebut menyusul keterangan Presiden FIFA, Joseph "Sepp" Blatter, yang telah memberikan keterangan resmi tentang kemelut pencalonan George Toisutta, Arifin Panigoro, Nirwan D. Bakrie dan Nurdin Halid.

"FIFA tetap teguh pada pendiriannya sepak figur kontoversial dan tidak ada yang berubah. Karena itu, kami (Komite Normalisasi) juga harus manut dan tetap mengikuti keputusan FIFA yang sebelumnya sudah dikeluarkan pada 4 April, lalu." Terang Ketua KN, Agum Gumelar, di Zurich, Swiss, kepada para wartawan via telepon di kantor PSSI, kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (19/4) malam.

Masih dikatakan Agum, Sepp kembali menegaskan sejumlah rekomendasi FIFA terkait krisis PSSI. Ia juga mengingatkan agar PSSI segera melaksanakan rekomendasi-rekomendasi itu sebelum 30 April 2011, seperti menggelar Kongres dan menuntaskan masalah Liga Primer Indonesia (LPI).

Dalam pertemuan yang dijadwalkan Pukul 16.00 WIB waktu setempat, harus mengalami kemunduran hingga Pukul 18.00. "Pertemuan berlangsung akrab dan suasana juga berjalan normal selama dua jam tiga puluh menit," lanjutnya.

Selain itu, terkait hasil Pra-Kongres yang digagas KN dan kelompok 87, Agum memaparkan jika FIFA belum memberikan keputusan. "Kami masih menunggu rapat internal FIFA yang baru diumumkan besok (Rabu 20 April) atau paling lama lusa," tutup Agum. (esa/fjr)

Tumpeng Nasi Kuning Tandai Hari Jadi PSSI ke-81


Dua tumpeng nasi kuning menandai hari jadi PSSI ke-81 yang jatuh pada Selasa (19/4/11) dan dirayakan secara sederhana di kantor PSSI, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.

Selain tumpeng ada pula beberapa makanan khas daerah lainnya yang disajikan untuk memperingati berdirinya induk organisasi sepakbola nasional tersebut. Dipimpin Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI Djoko Driyono, segenap karyawan memanjatkan doa, terutama agar permasalahan yang terus merundung PSSI segera teratasi.

"Ulang tahun kali ini memang sengaja dibuat sederhana, agar bisa memberikan inspirasi bagi semua," kata Joko.

Joko Driyono berharap, keberkahan acara selamatan ulang tahun PSSI tersebut dapat sedikit mengendurkan ketegangan di tengah konflik PSSI yang mulai menemukan titik terang setelah Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) membentuk Komite Normalisasi PSSI dan menunjuk delapan anggota pada 4 April ini.

Berdirinya PSSI tidak lepas dari bagian perjuangan Indonesia. Organisasi yang awalnya bernama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia itu didirikan Soeratin Sosrosoegondo pada 19 April 1930 di Yogyakarta.

Soeratin yang sadar bahwa olahraga, khususnya sepakbola bisa membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan negara, memanfaatkannya untuk menyatukan rakyat Indonesia dengan semangat nasionalisme. PSSI pun menjadi bagian dari penggerak revolusi kemerdekaan. [nic]

Mantan Ketua KP Ramaikan Bursa Ketum PSSI


Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, Syarif Bastaman maju dalam bursa pemilihan calon ketua umum PSSI periode 2011-2015. Syarif merupakan calon yang diusung tujuh klub sepakbola asal Jawa Barat.

Ketujug klub itu berasal dari Divisi II Liga Indonesia. Mereka adalah Persitas Tasikmalaya, Persikotas Tasikmalaya, PSGC Ciamis, Persikoban Banjar,Persigar Garut, Persikas Subang, dan Persima Majalengka.

"Ini atas inisiatif kami (7 klub) yang menilai Syarif Bastaman figur yang kompetent untuk menjadi Ketum PSSI" ujar Basuki Rahmat, juru bicara ketujuh klub tersebut di kantor PSSI, Selasa, 19 April 2011.

Prosesi pengembalian formulir pendaftaran Syarif berbeda dengan kandidat lainnya. Selain diserahkan langsung oleh perwakilan ketujuh klub, prosesi juga dihadiri oleh ratusan suporter asal Jawa Barat.

Di depan kantor PSSI, kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, ratusan suporter tersebut bahkan menggelar orasi. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan 'Syabas For PSSI 1.'

"Pencalonan ini suatu kehormatan dan kejutan besar untuk saya. Tentu saya menyambut baik pencalonan ini" ujar Syarif di hadapan suporter.

Menurut Syarif ada dua program utama jika kelak dirinya terpilih menjadi Ketum PSSI. "Fokus pertama pada aspek organisasi dengan pembenahan internal dan perbaikan aturan hukum" ujar Syarif.

Sementara yang menjadi program kedua Syarif adalah menjadikan sepakbola Indonesia berprestasi juga menjadikan sepakbola sebagai tontotan menghibur dan nyaman bagi masyarakat.

"Bagaimana ke depannya, menyaksikan pertandingan sepakbola di Stadion pada Sabtu-Minggu menjadi tontonan yang nyaman bagi keluarga" ujar Syarif yang juga merupakan mantan Ketua Komite Pemilihan PSSI itu.

Kelompok 78 Sudah Melampaui Batas


Salah satu anggota Komite Normalisasi yang merupakan bentukan dari FIFA mempertanyakan komitmen pemilik suara sah PSSI yang tergabung di kubu 78 untuk memperbaiki situasi sepakbola nasional.

Hadi mengungkapkan bahwa dirinya melihat adanya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh kelompok 78, terutama mengenai hasil kongres dadakan pada tanggal 14 April 2011.

Pada hasil kongres dadakan dihasilkan tiga poin, yaitu pertama pembentukan Komite Pemilihan, kedua pembentukan Komite Banding dan ketiga merehabilitasi status klub PSM Makassar serta Pengcab PSSI Solo yang sebelumnya dibekukan sepihak oleh Komite Eksekutif PSSI. Tetapi kemudian Hadi menerima draft yang didalamnya ada yang tidak sesuai dengan hasil kongres yaitu merehabilitasi status klub Persema Malang dan Persibo, dan ditambah dengan menganulir sanksi yang telah diputuskan oleh Komite Disiplin PSSI.

"Mereka (Kelompok 78) itu sebenarnya mau mereformasi atau menghancurkan PSSI. Ini sudah melebihi Nurdin Halid," kata Hadi Rudyatmo

RUDY AKUI ADA INTERVENSI di Komite Normalisasi


Anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI FX Hadi Rudyatmo mengaku adanya diintervensi kepada dirinya. Menurut Wakil Wali Kota Solo, dia telah didatangi Kolonel Jery Barelang di kediamannya pada Sabtu (16/4).


Pria yang juga ketua umum (ketum) Persis Solo ini menyatakan,telah disodori draf hasil kongres Rabu (14/4) di Hotel Sultan, Jakarta,untuk ditandatangani.Karena ada kejanggalan pada surat tersebut,pria yang akrab disapa Rudy itu enggan menandatanganinya.

Dia menambahkan,itu bukan surat resmi yang dikeluarkan oleh KN-PSSI. Rudy juga memaparkan,surat tersebut berisi beberapa hal,seperti pencabutan keanggotaan Persibo Bojonegoro dan Persema Malang. ”Kronologisnya,Sabtu (16/4) pagi saya didatangi Kolonel Jery Barelang untuk menandatangani surat hasil kongres di Hotel Sultan.Mereka bilang itu surat dari KN-PSSI,tapi surat itu kembali saya tolak untuk ditandatangani.Saya tak mau bergeming dengan segala intimidasi,’’ ujar Rudy dalam konferensi pers di Gedung MPR/DPR RI,Jakarta,kemarin. Yang cukup mengagetkan,KN-PSSI yang diketuai Agum Gumelar ternyata ada ketidaksinkronan dalam menyikapi surat tersebut.

Anggota KN-PSSI yang terdiri atas Siti Nurjanah,Satim Sofyan,Dityo Pramono,Sukawi Sutarip,Syamsul Ashar, Joko Driyono,dan Rudy sendiri,beda sikap. Dari kedelapan anggota KN-PSSI itu, lima di antaranya telah menandatangani surat tersebut.Hanya Agum,Joko,dan Rudy yang belum membubuhkan tanda tangannya.Sementara itu,kelima anggota lain telah memberikan tanda tangannya. Kondisi ini yang membuat Rudy bertanya-tanya. ’’Hanya saya,Pak Agum, dan Pak Joko yang tidak menandatangani surat tersebut.Saya mempertanyakan lima anggota lain yang telah memberikan tanda tangannya,”ujar Rudy. ”Bukan saya tidak mau atau menghambat kongres, tapi saya hanya ingin mengikuti aturan FIFA.

Saya tidak mau menandatangani surat liar,karena saya tak ingin terjebak dalam permasalahan ini,”lanjutnya. Dengan adanya perbedaan pandangan di antara anggota KN-PSSI,Rudy yang datang ke DPR didampingi Koalisi Independen untuk Rekonsiliasi Sepak Bola Nasional (KONSEN).Dia lalu menyatakan jika KN-PSSI tidak pecah. ”Tak ada persoalan di tubuh KN.Tapi, sikap saya ini hanya mengacu pada putusan FIFA,karena masalah ini sudah dalam kondisi tidak normal,”ujarnya. Selain itu,Rudy juga menyampaikan, niat 78 pemilik suara yang sebelumnya menanti-nanti keluarnya surat keputusan FIFA, saat ini malah berbalik arah.Sebab, mereka menganggap surat keputusan FIFA tak perlu dijadikan lagi tuntunan untuk memperbaiki karut-marutnya persepakbolaan Indonesia.

”Saya jadi bertanya-tanya niat kubu yang mengklaim telah memiliki 78 suara. Saat ini mereka mau mereformasi atau menghancurkan sepak bola Indonesia. Mereka malah melebihi Nurdin Halid,” tandas Rudy. Dari Surabaya,Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) sepakat mendukung George Toisutta sebagai ketua umum PSSI di Kongres 20 Mei mendatang.Penegasan ini diungkapkan kembali dalam acara sosialisasi pengurus PSSI Jatim 2011,kemarin. Menurut Wakil Ketua PSSI Jatim Achmad Riyadh,penegasan dukungan terhadap Toisutta ini perlu dilakukan agar tidak ada kecurigaan dari anggota. ”Selama ini pengprov terkesan mengambil keputusan sendiri dalam mendukung nama Toisutta.

Untuk itu,kami undang semua anggota agar mengeluarkan suaranya dan hasilnya semua setuju,’’ ujarnya. Dalam acara yang dihadiri 25 pengurus cabang (pengcab) PSSI dan 19 klub se- Jatim,tidak ada suara menentang terhadap dukungan pengprov Toisutta.Namun, beberapa anggota meminta program terperinci dari calon yang didukung. Salah satu dukungan terhadap keputusan PSSI Jatim ini datang dari Persela Lamongan.Salah satu Indonesia Super League (ISL) itu sejak awal mendukung pencalonan Toisutta,meski sempat kembali mengambang.

”Dari semua calon yang sekarang muncul,kami menegaskan kembali untuk mendukung Pak George,”ujar Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi. ● decky irawan jasri

Sunday, April 17, 2011

Jika Ngotot Calonkan Tooisuta , panigoro , Bakrie , FIFA Ancam Bekukan PSSI


Otoritas sepakbola dunia (FIFA) mengancam akan membekukan PSSI. Ancaman itu bakal diterapkan jika PSSI memberi persetujuan empat calon ketua umum yang telah ditolak oleh Komite Banding.

Demikian diungkapkan dalam surat Departemen Media FIFA kepada sejumlah media massa di Indonesia, tertanggal 15 April 2011. Keempat calon yang dimaksud adalah Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan D Bakrie, dan Arifin Panigoro.

"Dengan ini FIFA menyatakan kembali bahwa empat kandidat yang sudah ditolak oleh Komite Banding pada tanggal 28 Februari tidak dapat dicalonkan lagi. FIFA akan memberikan sanksi berat kepada PSSI bila putusan Komite Darurat FIFA ini tidak diindahkan," tulis FIFA.

Sebagaimana diketahui, FIFA membentuk Komite Normalisasi untuk melaksanakan kongres pemilihan ketua umum dan pengurus PSSI periode 2011-2015. Pembentukan komite yang diketuai Agum Gumelar ini dilandasi oleh fakta bahwa PSSI gagal menyelenggarakan kongres secara kredibel.

Dalam pelaksanaannya, FIFA memberikan beberapa rekomendasi. Salah satunya adalah pelarangan terhadap 4 kandidat tersebut. Namun, atas desakan mayoritas pemilik suara, Komite Normalisasi berusaha menawar putusan FIFA.

Tidak hanya itu, mayoritas anggota PSSI yang merupakan pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro juga mendesakkan pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding untuk melengkapi penyelenggaraan kongres. Padahal, pembentukan dua institusi ini tidak direkomendasikan oleh FIFA. [but]

Friday, April 15, 2011

Rully Nere Dukung Adhyaksa Dault Pimpin PSSI


Mantan pemain timnas Indonesia, Rully Nere, menyatakan bahwa mantan Menpora Adhyaksa Dault layak untuk menduduki kursi ketua umum PSSI periode 2011-2015 menggantikan Nurdin Halid.

Menurut Rully, figur Adhyaksa mempunyai reputasi yang sudah tidak dapat diragukan lagi sebagai seorang pemimpin. Rully menilai kinerja Adhyaksa sebagai Menpora sudah dapat dikatakan bagus.

"Saya sudah mendengar Adhyaksa mencalonkan diri. Saya nilai Adhyaksa figur yang tepat untuk menggantikan Nurdin Halid," kata Rully Nere kepada wartawan.

Sementara itu, Adhyaksa Dault sendiri telah menyatakan bahwa dirinya telah mendapat banyak dukungan dari rekan-rekannya tetapi dirinya tidak mau gegabah dan memilih untuk memantau perkembangan yang ada.

Jelang Kongres PSSI , Money Politic Kubu Arifin Panigoro Ramai di FB


Surat elektronik Direktur Asosiasi dan Pengembangan Anggota FIFA Thierry Regenass pada semua media di Indonesia yang berisi tentang penolakan FIFA atas pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding dalam Kongres PSSI di Hotel Sultan, Kamis (14/4), memukul kubu perubahan yang dibiayai Arifin Panigoro (AP).Bahkan kini santer beredar money politic dijadikan jurus utama Arifin untuk meloloskan keinginannnya.

Beberapa pengamat menilai, keberanian Komite Nasional (KN) untuk mengukuhkan ambisi kubu pembaharuan yang dikomandani Saleh Ismail Mukadar dan Wisnu Wardhana itu merupakan langkah yang terlalu berisiko.

Sejumlah kalangan mengkritik KN atas keputusan mereka pada 14 April. Sebab dalam keputusan yang diumumkan melalui situs FIFA, 4 April dikatakan KN akan berfungsi sebagai komisi pemilihan (would act as an electoral commission).

”FIFA dari awal hanya menugaskan Komite Normalisasi untuk menjalankan proses pemilihan ketua umum sesuai aturan. Saya kira keberadaan Komite Normalisasi telah keluar dari fungsi sebenarnya,” ujar Yopie Yopie Lumoindong, pengamat sepak bola dan mantan Direktur Teknik PSM Makassar, Sabtu (16/4).

Soal kritik itu, Agum menyatakan, keputusan KN sesuai Statuta PSSI dan Statuta FIFA. ”Dalam statuta, Komite Pemilihan dan Komite Banding dibentuk lewat kongres,” katanya.

Menurut mantan Direktur A BIA (Badan Intelijen ABRI) ini, pihaknya tidak mau mengambil tindakan atau memutuskan sesuatu di luar koridor Statuta PSSI atau FIFA. Dicontohkan, ketika ada desakan dari mayoritas anggota PSSI dalam kongres 14 April agar forum saat itu menganulir keputusan FIFA terkait pencalonan para kandidat yang telah dilarang FIFA, dia dengan tegas menolak.

”Saat disodori keputusan (pemutihan hukuman bagi mereka yang dijatuhi sanksi Komisi Disiplin PSSI) untuk saya tanda tangani, saya bilang ‘No! No!’,” katanya. ”Percayalah kepada saya. Saya tidak punya kepentingan apa-apa, kepentingan mencari kedudukan pribadi, kepentingan mengegolkan satu calon.”

Namun, dia mengaku tidak bisa menutup telinga atas permintaan sebagian anggota PSSI yang menginginkan beberapa dari empat kandidat yang dilarang itu bisa maju dalam pencalonan. Hal itu juga akan ditanyakan kepada Blatter. ”Kalau keputusan FIFA tidak boleh, ya sudahlah.”

Seperti diketahui surat elektronik dari Regenass sangatlah tegas dan harus dilaksanakan, ”Komite Normalisasi adalah komite pemilihan, tidak perlu ada komite lain yang dipilih.”

Dia menegaskan, empat kandidat yang pernah ditolak Komite Banding Pemilihan PSSI pada 28 Februari tidak boleh maju dalam pencalonan ketua umum PSSI 2011-2015. ”Jika PSSI tidak mengimplementasikan keputusan FIFA, mereka bisa dijatuhi sanksi,” ujar Regenass dalam surat elektronik tersebut.

Sedangkan wartawan olahraga senior yang dekat dengan dunia sepakbola Indonesia , Torro, dalam FB-nya mengatakan, bahwa dia sangat kecewa terhadap Arifin yang selama ini dinilai sangat kapabel untuk menjadi pengurus PSSI. Kekecewaannya itu muncul, karena pasca beredarnya surat elektronik Direktur Asosiasi dan Pengembangan Anggota FIFA Thierry Regenass, ternyata beberapa oknum anggota kubu perubahan mengatasnamakan utusan Arifin membagi-bagi fulus untuk membujuk pemegang hak suara.

Menurut dia, Komite Normalisasi sebagai bagian dari FIFA adalah Komite Pemilihan, jadi tidak perlu ada lagi Komite Pemilihan yang kemarin dibentuk lagi. Karena itu, Komite Pemilihan bentukan Kongres 14 April dipastikan batal demi instruksi FIFA.

Torro juga membuat status yang sangat kontroversi. Dia menulis, “Keputusan FIFA yang menyebutkan empat kandidat Ketum yang sudah dilengeserkan tidak bisa dipilih, ternyata tetap ngotot untuk dipertahankan. Terbukti, ada instruksi dari petinggi tentara Indonesia, agar semua Danrem dan Dandim setempat sudah memberi instruksi kepada pemilik hak suara untuk jangan memilih siapa-siapa dulu, kecuali memilih George Toisutta dan Arifin Panigoro. Gendeng.....!

Sedangkan posisi Komite Pemilihan yang dibentuk Komite Normalisasi atas desakan kubu perubahan yang diusung 78 pemegang hak suara di Pekanbaru, ternyata bekerja dengan sangat cepat. Padahal, Komite Pemilihan belum disahkan FIFA. Namun, sudah membuat keputusan, bahwa formulir pemilihan ketum, waketum dan anggota exco dimundurkan sampai 23 April 2010 nanti, yang seharusnya ditutup 17 April 2011.

Kubu perubahan yang diusung gembongnya Arifin Panigoro, seperti masih percaya diri, bahwa FIFA akan memutihkan 4 kandidat ketum yang pernah diputuskan tidak bisa lagi mencalonkan. Namun, Jumat (15/4) sore ketua KN, Agum Gumelar masih kompromi untuk mensahkan pemunduran jadwal pemulangan formulir dari 17 April menjadi 23 April. Kubu perubahan optimis, Goerge Toisutta dan Arifin Panigoro masih punya peluang untuk dipulihkan oleh FIFA.

Mengapa kubu perubahan super ambisi menguasai Komite Normalisasi? Ternyata, kubu perubahan yang di backup Arifin Panigoro, benar-2 frustasi karena ‘DUA KEBO-nya’ terpenjara oleh surat FIFA, 4 April 2011 lalu. Sementara, kubu perubahan tidak siap dengan calon-2 kandidatnya.

Sedangkan kelompok perubahan yang menolak tidur di hotel Sultan memilih bermalam di Hotel Sahid Jakarta. Ironisnya perpindahan lokasi tidur itu, ternyata merupakan bagian dari gereliya di Hotal Sultan hingga malam. Para pimpinan kelompok perubahan, membujuk anggota KN sambil menawarkan dana menggiurkan, jika tertarik menandatangani surat buat tim Arifin Panigoro yang dikoordinasikan oleh Wijayanto dan dibantu oleh Djohar Arifin dan Dityo Pramono, CEO Medan Bintang yang juga menjadi anggota KN. Ima,ins

Guru SMK & Ibu Rumah Tangga Melamar Jadi Ketum PSSI


Bursa pencalonan ketua dan wakil ketua umum, serta anggota komite eksekutif [Exco] PSSI tidak hanya mengundang minat tokoh nasional, tapi juga masyarakat umum. Hingga hari ini, sudah ada dua calon independen yang mengajukan diri menjadi bakal calon [Balon].

Berdasarkan data yang diperoleh, sudah ada 27 nama yang mengambil dan mengembalikan formulir untuk Balon ketua dan wakil ketua umum, serta anggota Exco, dua diantaranya tidak mendapat dukungan pengurus provinsi [Pengprov] dan klub.

Kedua orang yang ingin menjadi Balon ini adalah Sukimin, warga Manggarai yang bekerja sebagai guru di sebuah sekolah menengah kejuruan [SMK], dan Novi, seorang ibu rumah tangga.

“Saya hari ini hanya mengambil formulir, walau belum mendapat dukungan dari klub. Saya ingin coba-coba menjadi ketua umum PSSI. Saya juga ingin memajukan sepakbola nasional,” ujar Sukimin.

Sedangkan Novi telah mengembalikan formulir. Kehadiran Novi didampingi anaknya yang berusia sekitar delapan tahun .

Hingga hari keempat sudah ada 27 perwakilan yang mengambil formulir bahkan sudah ada sembilan formulir yang telah dikembalikan, diantaranya mantan manajer Persija Jakarta dan PSM Makassar, Diza Rasyied Ali.

Begitu juga nama George Toisutta yang telah dimasukkan ke dalam bursa Balon ketua umum PSSI, kendati hingga saat ini belum ada perubahan atas putusan FIFA yang dikeluarkan pada 4 April lalu.

Thursday, April 14, 2011

Andi Darussalam Yakin Kasus Perusakan Mobil bakal Terkuak


Direktur Badan Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusala berharap HA Nursyam Halid alias Ancang tidak terlibat dalam perusakan mobil Toyota Alphard miliknya. Ancang sendiri sudah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait adanya pertemuannya dengan tersangka Edo sebelum perusakan itu terjadi.

"Sekarang penyelidikan sudah jalan saya serahkan sepenuhnya ke Polda Metro untuk menyelesaikannya pasti akan terkuaklah siapa aktornya," kata Andi Darussalam, saat ditemui di kediaman almarhum Rosihan Anwar, Kamis (14/4).

Andi menuturkan dirinya menyerahkan semua proses hukum perusakan mobil Toyota Alphard miliknya pada pihak kepolisian. "Saya serahkan sepenuhnya, saya tidak mau mengganggu proses penyelidikan. Nanti kan sedikit-demi sedikit akan ketahuan aktor intelektualnya apa motifnya," katanya.

Terkait pemeriksaan Nursyam Halid alias Ancang adik dari Nurdin Halid yang diduga terlibat dalam perusakan itu, Andi berharap semua itu tidak benar. "Mudah-mudahan tidak benar, tapi jika itu terbukti saya sangat kecewa," ucapnya.

Andi mengaku dirinya tidak mengetahui adanya pertemuan antara otak perusakan mobil Andi, yakni Edo dan Ancang sebelum perusakan di depan kantor KONI itu berlangsung.

"Saya tidak tahu proses itu, saya berharap itu tidak benar. Saya dengan Pak Nurdin sebagai seorang sahabat, teman kalau misalnya sampai itu terjadi tentu saya kecewa, saya harap itu tidak benar," katanya.

Karena telah dianggap sebagai keluarga, Andi Darussalam tidak pernah menanyakan pertemuan itu pada Ancang. "Saya juga tidak mau menanyakan hal itu karena mereka sudah menjadi keluarga bagi kami," terangnya.

Andi Darussalam mengaku dirinya tidak mengenal Edo. Namun, lanjutnya, ia sempat melihat Edo saat terjadi perusakan mobilnya di depan gedung KONI.

"Saya tidak kenal, waktu pertemuan di dewan saya pernah lihat orang-orang itu, kita pernah makan sama-sama. Di KONI juga saya lihat mereka," jelas Andi. (OL-12)

Monday, April 11, 2011

Setelah Mundur, Nugraha Besoes Asuh Cucu


Nugraha Besoes mengaku sudah tak lagi menjabat sebagai Sekretaris Jendral PSSI. Setelah mundur, Nugraha mengaku fokus ke mengasuh cucu.

Seperti diketahui, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengumumkan Nugraha Besoes tak lagi menjabat sebagai Sekjen PSSI. Posisi yang akrab disapa Kang Nug itu, sementara waktu akan digantikan oleh Djoko Driyono.

"Saya sudah menandatangani satu keputusan untuk menon-aktifkan Nugraha Besoes, berdasarkan surat pengunduran diri Beliau," demikian pernyataan Agum kepada wartawan mengenai Kang Nug.

Mendengar berita mengejutkan itu, sejumlah wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Kang Nug mengenai berita itu. Akhirnya, Kang Nug mengaku sudah tidak menjabat lagi sebagai Sekjen PSSI per hari ini. "Pertimbangannya adalah for the shake of Indonesia football," tegas Kang Nug.

Setelah ini, Kang Nug mau ngapain? "Pulang ke rumah, terus saya ingin mengasuh cucu," tandasnya kepada sejumlah wartawan di kantor PSSI, Senin (11/4/2011).

Sementara itu, Agum Gumelar membantah Komite Normalisasi memecat Kang Nug. "Beliau sudah bekerja keras selama ini, ya kita harus hargai keputusan Beliau. Tidak ada istilah pemecatan dan tidak ada hak KN memecat seseorang," pungkas Agum.

(hmr)

Nugraha Besoes Resmi Mundur


Setelah bertahun-tahun menjabat sebagai Sekretaris Jendral PSSI, akhirnya Nugraha Besoes secara resmi mengundurkan diri dalam kepengurusan badan sepakbola di Indonesia.

Hal ini seperti diutarakan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011). Agum mengaku, pria yang akrab disapa Kang Nug itu telah menandatangani surat pengunduran diri.

"Saya sudah menandatangani satu keputusan untuk menon-aktifkan Nugraha Besoes, berdasarkan surat pengunduran diri Beliau," demikian pernyataan Agum kepada wartawan mengenai Kang Nug.

Sebagai gantinya, Agum menunjuk Djoko Driyono sebagai penggantinya. KN mengangkat Joko Driyono sebagai acting Sekjen dan Johar Arifin sebagai acting Wakil Sekjen. Sebagai pengendalian tugas keseharian kepengurusan," tegas mantan Ketum PSSI itu.

"Keputusan berikutnya, semua kompetisi tetap berlangsung dan kami akan tetap mengontrolnya," tandasnya.
(hmr)