Showing posts with label DIVISI UTAMA. Show all posts
Showing posts with label DIVISI UTAMA. Show all posts

Tuesday, April 19, 2011

Pemain PSBI dan Persebaya Keroyok dan Hantam Wasit


Pertandingan lanjutan kompetisi divisi utama PSBI Blitar melawan Persebaya Surabaya di Stadion Supriyadi Blitar, Jawa Timur, Selasa (19/4), berlangsung ricuh. Keributan dipicu penolakan terhadap keputusan wasit yang mengusir pemain PSBI dan Persebaya. Beberapa kali pemain terlibat keributan, mengejar, dan mengeroyok wasit.

Saat babak pertama dimulai, kedua kesebelasan saling serang. Karena saling ngotot menang, pertandingan berjalan dengan tensi tinggi. Hasilnya Persebaya unggul terlebih dahulu. Gol pertama dicetak Christian Kaimu di menit 28.

Situasi yang memanas, kedua pemain PSBI dan Persebaya ribut. Wasit akhirnya mengeluarkan kartu merah buat kedua pemain. Tindakan wasit yang memberi kartu merah, membuat suporter tuan rumah emosi. Penonton melemparkan botol air mineral ke tengah lapangan.�

Setelah sempat reda, kericuhan kembali terjadi. Terutama saat hakim garis menganulir gol dari pemain PSBI. Tak ayal pemain PSBI marah. Mereka mengejar , menghantam dan mengeroyok wasit. Bahkan penonton di tribun barat juga melempari wasit dengan botol mineral.

Tak lama berselang pertandingan dilanjutkan. Kerja keras pemain PSBI Blitar berbuah manis. Mereka menyamakan kedudukan di menit 52. Selang 32 menit kemudian, pemain PSBI Blitar Purwanto mencetak gol kemenangan. Skor 2-1 bertahan bagi tim tuan rumah hingga peluit akhir pertandingan. Namun saat pertandingan usai, giliran pemain Persebaya mengejar dan mengeroyok wasit karena dinilai tidak adil.(AIS)

Pemain Persidafon Juan Marcello Cirelli Kecelakaan Mobil


pemain belakang ‘Gabus Sentani’ Marcelo Cirelli mengalami kecelakan, Selasa (19/4) dijalan raya poros Sentani-Jayapura saat mengendarai mobilnya ketika akan mengatarkan istrinya yang sedang hamil ke dokter.

Kabar kecelakaan yang menimpa pemain asal Argentina itu dibenarkan kapten Persidafon, Eduard Ivakdalam. Mantan kapten Persipura musim lalu itu mengatakan, kejadian yang menimpa rekan setimnya itu terjadi sekitar pukul 19.45 WIP.

“Mobilnya mengalami kerusakan yang cukup parah dibeberapa bagian. Ia ditabrak dari belakang oleh mobil lain,” kata Eduard Ivakdalam saat dihubungi, Selasa (19/4).

Walau demikian menurut Eduard Ivakdalam, kondisi mantan pemain Persebaya itu bersama istrinya dalam keadaan baik dan tidak mengalami luka yang serius.

“Kami baru saja latihan tim bersama-sama tadi. Setelah latihan ia bermaksud ke dokter mengantar istrinya. Namun tak berapa lama saya mendapat kabar kalau dia kecelakaan,” ujarnya.

dikatakan Edu, karena tidak ada luka yang cukup serius sehingga Juan Marcello Cirelli tidak dibawa ke dokter. Walau demikian hingga saat ini tandem Haryanto di lini belakang Persidafon itu masih shock.

“Kejadian ini sudah ditangani pihak kepolisian. Namun belum kami belum tahu hasil identifikasi yang di lakukan polisi,” ujarnya.

Marcello Cirelli sendiri direkrut Persidafon diawal musim ini guna mengawal barisan belakang ‘Gabus Sentani’ bersama Haryanto dan Viktor Pae. (Arjuna)

Saturday, April 16, 2011

Laga Metro fc vs Persebaya Ricuh


Kerusuhan terjadi dalam laga Metro FC Malang melawan Persebaya Surabaya di Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/4). Pemicunya, sejumlah pelanggaran keras yang dilakukan Persebaya.

Para pemain cadangan Metro FC Malang menyerbu masuk dan menyerang pemain Persebaya di lapangan. Situasi kian memanas karena pihak official ikut terlibat. Insiden pada menit 84 itu membuat pertandingan dihentikan selama delapan menit.

Metro FC Malang memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. Gol dicetak Harmoko di menit keempat.(WIL/SHA)

Thursday, April 14, 2011

Kecewa, Official Persiba Bantul Serang Wasit


sten Wasit I, Suyanto menjadi dikeroyok official dan pelatih Persiba Bantul di akhir laga putaran kedua antara PS Mojokerto Putra dan Persiba Bantul di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Kamis (14/04/2011).

Ini menyusul, kepemimpinan wasit Hadi Suroso asal Semarang yang dinilai tak pecus memimpin laga Liga Ti-phone. Hingga akhir babak kedua tuan rumah tetap unggul 2-1.

Gol pertama dibuka di menit kelima oleh pemain PS Mojokerto Putra, Harun Nur Rosyid. Bola mental dari sisi kanang gawang tersebut berhasil menjebol gawang Persiba Bantul yang dijaga penjaga gawang, Wahyu Tri Nugroho.

Kedudukan 1-0 bertahan hingga turun minum. Namun memasuki babak kedua, tepatnya di menit ke ke 55, pemain PS Mojokerto Putra kembali menambah golnya berkat tendangan bebas dari Ahmad Ilyas.

Kedudukan berubah menjadi 2-0, namun tidak berselang lama, Persiba Bantul berhasil memperkecil ketertinggalannya. Di menit ke 65, Fortune Uno merobek gawang Nanda Pradana.

Namun memasuki babak kedua berakhir, pelatih Persiba Bnatul terlihat kecewa di pinggir lapangan dengan sejumlah keputusan wasit yang membuat kedudukan Persiba Bantul tak berubah hingga masa incuri time.

Puncaknya terjadi, saat peluit panjang dibunyikan. Asisten Wasit I, Suyanto yang berdiri tepat di depan para official dan pelatih langsung dilempar dengan air mineral. Tapi, Suyanto berhasil menampiknya dan berlari masuk lapangan. Kekecewaan para pemain Persiba Bantul pun tak dapat dibendung, wasit diserang namun berhasil dihalang-halangi petugas.

''Saya tak mau berkomentar, saya tidak marah dengan pemain lawan tapi Pelatih. Keputusan apa itu,'' ungkap pelatih Persiba Bantul, Sajuri Sahid, di akhir laga.[tin/ted]

Thursday, April 7, 2011

Asisten Wasit Kejang dan Mulut Berbusa, Laga Persebaya vs Perseru Dihentikan


Laga Persebaya melawan Perseru Serui, terpaksa dihentikan pada menit ke-56 akibat salah satu asisten wasit, mengalami kejang-kejang di tengah lapangan saat pertandingan sedang berlangsung.

Menurut keterangan petugas medis yang enggan disebutkan namanya, asisten wasit dua yang diketahui bernama Kusuma Widodo, mengalami kejang-kejang sembari mata melotot dan mulut mengeluarkan busa. "Tapi saat kaki dan mulutnya dipegang, baru bisa normal," kata salah satu petugas medis, Kamis (7/4/2011).

Kronologisnya, saat pertandingan berlangsung, tiba-tiba asisten wasit tersebut terjatuh dan kejang. Sedangkan yang pertama kali mengetahui kejadian ini, adalah salah satu anak gawang yang berada di sebelah timur. Anak gawang yang melihat hal itu, langsung meneriaki wasit agar menghentikan pertandingan.

Alhasil, wasit pun langsung memanggil tim medis dan secepatnya korban dilarikan ke RS dr Soewandi, Tambak Rejo.

Menurut dr Heri, dokter khusus tim Persebaya 1927 yang saat itu kebetulan sedang menyaksikan laga tersebut, mengatakan asisten wasit itu kemungkinan mengalami epilepsi. "Itu dugaan saya saja kalau melihat tanda-tandanya. Tapi, lebih jelasnya tunggu hasil pasti observasi dokter saja. Cuma, anehnya masak punya penyakit epilepsi, wasit bisa lolos tes," katanya.

Sementara itu, menurut Suparjo, salah satu petugas security Stadion Gelora 10 Nopember, lapangan sebelah pojok timur, baik di sisi utara maupun selatan, memang ada unsur mistis. "Apalagi saat ini malam Jumat Legi. Dan pertandingan juga dimulai beberapa menit usai adzan Maghrib. Dan mestinya, panpel sudah tahu unsur non teknis seperti itu," katanya
Perlu diketahui, lantaran molor, kick off babak kedua pertandingan antara Persebaya melawan Perseru, dilangsungkan beberapa menit usai Adzan Maghrib. [kun]

Tidak ada staf medis dan nama di papan skor , Laga Persebaya Vs Perseru Serui Diundur


- Laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia antara Persebaya DU Vs Perseru Serui yang sedianya berlangsung pukul 15.30 WIB belum bisa digelar.

Asisten Pelatih Persebaya Bambang Sumantri menjelaskan penundaan pertandingan akibat tidak ada staf medis dan nama Perseru Serui di papan skor.

"Kami belum tahu kapan akan bermain,"kata Bambang Sumantri, Kamis (07/04/2011).

Sementara itu perwakilan PSSI yang memakai jas dan di sakunya berlogo PSSI enggan berkomentar terkait dengan penundaan lanjutan laga. Pria tersebut hanya menggerakkan tangan sambil berkata "Nanti saja," katanya

Sebenarnya kedua tim sempat masuk lapangan dan bendera fair play sudah dikibarkan namun tiba-tiba kedua tim diminta masuk kembali ke ruang ganti. Sementara di sekitar GOR 10 November Tambaksari Surabaya turun hujan lebat.[ted]

Monday, March 21, 2011

Persebaya vs Barito Putra = 3-2 , Hujan Kartu


Lima gol tercipta dan tujuh kartu kuning keluar dari saku wasit saat Persebaya sua Barito Putra, Senin (21/3/2011) sore di stadion Gelora 10 Nopember. Apda laga ini Persebaya menang 3-2.
ertinggal lebih dulu di awal babak pertama, Persebaya mampu menyudahi paruh pertama dengan skor 1-1, Senin (21/3/2011) sore. Gol penyama lahir dari eksekusi penalti Sackie Doe menit ke-25.

Tuan rumah Persebaya kebobolan terlebih dulu saat babak pertama berjalan lima menit. Adalah pemain asing Barito Putra, Nnengue Bienvenu yang mengoyak jaka kiper cadangan, Aditya usai menerima umpan David Faristian.

Persebaya baru mambalas di menit ke-15 melalui tendangan penalti Sackie Doe. Penalti didapat setelah wasit Fahri Albar menganggap pemain belakang Barito melanggar gelandang Taufik. Keputusan ini sempat diprotes tim tamu. Mereka menganggap Taufik jatuh di luar kotak 16 meter.

Penalti ini menjadi yang kesembilan dari sembilan laga home tim yang dimanajeri Ketua DPRD Surabaya, Wisnu Wardhana ini. Skor imbang membuat pertandingan semakin seru. Tim tamu mampu mengimbangi penampilan Persebaya.

Peluang emas sempat didapat Persebaya di menit ke-33. Cornelis Kaimu gagal mencetak gol setelah tendangannta mampu dihadang salah satu pemain belakang. Padahal saat itu Kaimu tinggal mencocorkan bola karena gawang sudah melompong.

Menjelang babak pertama usai, Persebaya makin menancapkan dominasinya. Sementara Barito hanya mengandalkan serangan balik. Meski begitu, hingga jeda laga, skor masih imbang 1-1.
Babak kedua baru berjalan lima menit, Persebaya sudah unggul lewat heading Charles Orock umpan dari tendangan bebas Sackie Doe, 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Duet Orock dan Cornelis Kaimu masih tetap menjadi momok yang membahayakan bagi pertahanan Barito.

Tapi, meski unggul, tapi permainan Persebaya justru menjurus ke brutal. Terbukti dalam kurun waktu 10 menit saja, sudah tiga kartu kuning diberikan untuk tuan rumah. Masing-masing kepada Kuncoro, Fendi Taris dan La Umbu.

Meski dikasari, pemain Barito masih mampu mengontrol emosinya. Persebaya kembali memperlebar jarak menjadi 3-1 lewat aksi Sackie Doe di menit ke-70. Menerima umpan Kuncoro, eks Deltras ini sukses menaklukkan kiper Barito, M Sandi Firmansyah.

Beberapa saat setelahnya, Barito mendapat kans melalui tendangan bebas Septa Riyanto. Sayang bola mampu ditepis kiper Persebaya, Aditya. Upaya Barito untuk menyamakan kedudukan akhirnya terwujud di menit ke-75 melalui tendangan bebas pemain bernomor punggung 24, Michael Yansen Orah.

Di 10 menit akhir babak kedua, kedua tim mulai bermain sedikit kasar. Pelanggaran kecil kerap dilakukan, utamanya oleh pemain tuan rumah. Empat kartu kuning pun keluar dari saku wasit untuk Jufri Samad dan Dwi Permana dari Barito dan dua pemain Persebaya Khodari Amir dan Sulkan Arif. Bahkan di akhir laga, pemain gaek Kuncoro sempat baku hantam dengan Jufri Samad. Skor 3-2 untuk Persebaya pun bertahan hingga usai laga. [sya/kun]